Tirtonirmolo – Lurah Tirtonirmolo, Drs. Subagya, menghadiri Upacara Pembukaan Giling di Stasiun Giling Pabrik Gula Madukismo pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan tersebut dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung dengan khidmat serta sarat nilai budaya tradisional.
Sebelum prosesi utama dilaksanakan, rangkaian acara diawali dengan tradisi “Tebu Manten”. Tebu yang berasal dari wilayah Magelang dan Sleman tersebut terlebih dahulu “dinikahkan” di Masjid Annur Madukismo. Prosesi ini merupakan simbol harapan akan hasil panen yang melimpah serta kelancaran selama musim giling.
Setelah prosesi pernikahan, Tebu Manten diarak mengelilingi area dengan diiringi oleh pasukan bergodo yang menambah semarak suasana. Arak-arakan ini menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus bentuk pelestarian tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Sesampainya di Stasiun Giling, dilakukan prosesi penyerahan tebu dari Ketua Kelompok Penanam Tebu kepada Kepala Pimpinan Produksi. Penyerahan ini disaksikan oleh berbagai pihak penting, di antaranya Direktur PT Madu Baru, jajaran pimpinan KSO, komisaris, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Kepala BPD Bantul, Kepala BRI Bantul, perwakilan kapanewon, unsur Koramil dan Polsek, Lurah Tirtonirmolo, pegawai PT Madu Baru, serta tamu undangan lainnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pejabat dan pimpinan yang hadir. Dalam sambutan tersebut disampaikan harapan agar musim giling tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan hasil yang optimal bagi semua pihak, khususnya para petani tebu.
Rangkaian kegiatan berikutnya adalah prosesi pembakaran dupa yang dilakukan oleh pimpinan Pabrik Gula Madukismo bersama Kepala Dinas Kebudayaan Bantul. Prosesi ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk doa dan permohonan keselamatan selama proses produksi berlangsung.
Selanjutnya, dilakukan prosesi pemendaman kepala kerbau oleh pimpinan perusahaan bersama Kepala Dinas Kebudayaan Bantul. Tradisi ini menjadi bagian dari ritual adat yang masih dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Seluruh rangkaian upacara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat hingga akhirnya ditutup pada pukul 18.00 WIB. Kehadiran Lurah Tirtonirmolo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan pemerintah kalurahan terhadap pelestarian budaya sekaligus sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian dan industri gula di wilayah Bantul.