Tirtonirmolo – Paguyuban Mocopat Tirtonirmolo menggelar acara pentas seni dan syawalan pada Rabu malam, 15 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bambang, Kembaran, Tamantirto, dan dimulai pukul 20.00 WIB dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Lurah Tirtonirmolo, Drs. Subagya, M.Pd., serta para anggota paguyuban dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Paguyuban Mocopat Tirtonirmolo sendiri diketuai oleh Purwanto, yang selama ini aktif menggerakkan pelestarian seni tradisi Jawa, khususnya tembang macapat.
Rangkaian acara diawali dengan pentas seni macapat yang dibawakan oleh anggota paguyuban. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat yang hadir. Selanjutnya, Ketua Paguyuban, Purwanto, menyampaikan sambutan yang berisi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus harapan agar paguyuban terus berkembang dan semakin dikenal luas.
Dalam sambutannya, Lurah Tirtonirmolo, Drs. Subagya, M.Pd., menekankan pentingnya peran paguyuban dalam melestarikan budaya Jawa. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Paguyuban Mocopat Tirtonirmolo menjadi bagian penting dalam upaya “nguri-uri” atau menjaga kelestarian budaya tradisional. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dinilai mampu memperkaya khasanah kebudayaan di wilayah Tirtonirmolo serta mempererat hubungan sosial antarwarga.
Memasuki inti acara, dilakukan ikrar syawalan yang menjadi momen saling memaafkan setelah Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini dilanjutkan dengan salaman antar peserta yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Suasana haru dan hangat terasa saat seluruh peserta saling bersalaman dan bertukar doa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pentas perseorangan dari anggota paguyuban yang menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan tembang macapat. Penampilan tersebut menunjukkan dedikasi dan kecintaan para anggota terhadap seni tradisional.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur. Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 22.25 WIB dengan tertib dan lancar. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.